Rabu, 19 Desember 2018

Kyxz Mendiola mengetes mobil terbangnya saat peluncurannya di Provinsi Batangas, Filipina, 23 September 2018. Mobil terbang ini berhasil menyelesaikan uji terbang pertamanya, dengan terbang sekitar 25 kaki (7,62 meter) di atas tanah. REUTERS/Eloisa Lopez

Seorang wartawan mengetes mobil terbang saat peluncurannya di Provinsi Batangas, Filipina, 23 September 2018. Kyxz menyebut mobil terbang ciptaannya sebagai "Ultralight Aircraft". REUTERS/Eloisa Lopez

Kyxz Mendiola menguji coba mobil terbangnya saat peluncurannya di Provinsi Batangas, Filipina, 23 September 2018. Pesawat itu memiliki rangka logam dengan cangkang serat karbon dan menyerupai struktur drone yang dapat terbang selama 12 hingga 15 menit. REUTERS/Eloisa Lopez

Kyxz Mendiola menguji coba mobil terbangnya saat peluncurannya di Provinsi Batangas, Filipina, 23 September 2018. Kyxz mengatakan desain pertamanya adalah desain gaya hoverboard dan diarahkan dengan remote control. REUTERS/Eloisa Lopez

Kyxz Mendiola berpose saat uji coba mobil terbangnya dalam peluncurannya di Provinsi Batangas, Filipina, 23 September 2018. REUTERS/Eloisa Lopez