Rabu, 19 Desember 2018

Tentara Korea Selatan mencari ranjau darat yang masih tertanam di Zona Demiliterisasi (DMZ) di Cheorwon, Korea Selatan, Selasa, 2 Oktober 2018. Militer Korea Selatan dan Korea Utara mulai membersihkan ranjau darat di sepanjang perbatasan mereka. Song Kyung-Seok/Pool via REUTERS

Tentara Korea Selatan mencari ranjau darat yang masih tertanam di Zona Demiliterisasi (DMZ) di Cheorwon, Korea Selatan, Selasa, 2 Oktober 2018. Pembersihan ranjau darat itu merupakan rencana yang disepakati dalam pertemuan puncak antara Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di Pyongyang, Korea Utara, bulan lalu. Song Kyung-Seok/Pool via REUTERS

Tentara Korea Selatan membawa alat pendeteksi ranjau darat saat membersihkan ranjau darat yang masih tertanam di Zona Demiliterisasi (DMZ) di Cheorwon, Korea Selatan, Selasa, 2 Oktober 2018. Selain membersihkan ranjau darat, kedua Korea juga memindahkan pos keamanan dan tidak melengkapi penjaga di Joint Security Area (JSA) dengan senjata berat. Song Kyung-Seok/Pool via REUTERS

Tentara Korea Selatan berjaga saat proses pembersihan ranjau darat dilakukan di Zona Demiliterisasi (DMZ) di Cheorwon, Korea Selatan, Selasa, 2 Oktober 2018. Proses pembersihan ranjau darat ini direncanakan selama 20 hari terhitung sejak 1 Oktober. Song Kyung-Seok/Pool via REUTERS

Tentara Korea Selatan berjaga saat proses pembersihan ranjau darat dilakukan di Zona Demiliterisasi (DMZ) di Cheorwon, Korea Selatan, Selasa, 2 Oktober 2018. Song Kyung-Seok/Pool via REUTERS

Tentara Korea Selatan berjaga saat proses pembersihan ranjau darat dilakukan di Zona Demiliterisasi (DMZ) di Cheorwon, Korea Selatan, Selasa, 2 Oktober 2018. Song Kyung-Seok/Pool via REUTERS