Jumat, 19 Oktober 2018

Ratna Sarumpaet pada HUT Teater Utan Kayu di Jakarta, 11 Agustus 2000. Nama aktivis ini menjadi perbincangan publik setelah tersebar kabar dirinya dianiaya tiga orang pada 21 September 2018 lalu. TEMPO/Awaluddin

Ratna Sarumpaet (tengah) saat mengikuti demo mahasiswa di DPR, pada 28 Oktober 1998. Menurut Ratna, awal dari kabar pemukulan itu sebetulnya hanya untuk berbohong kepada anaknya karena kondisi wajah lebam ini disebabkan operasi sedot lemak di pipi. TEMPO/Rully Kesuma

Ratna Sarumpaet dalam pemotretan yang diambil tahun 1995. Cerita penganiayaan ini akhirnya berkembang dan mulai masuk ke ranah politik hingga kepolisian turun untuk menyelidiki. TEMPO/Rully Kesuma

Ratna Sarumpaet dalam pemotretan yang diambil tahun 2000. Sampai akhirnya pada Rabu, 3 Oktober 2018, Ratna mengakui kalau cerita penganiayaan ini hanyalah kebohongan dari dirinya belaka. TEMPO/DR/Rully Kesuma

Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Ratna Sarumpaet memberikan klarifikasi terkait pemberitaan penganiyaan terhadap dirinya di Kediaman Ratna Sarumpaet, Kawasan Bukit Duri, Jakarta, Rabu, 3 Oktober 2018. Dalam konferensi ini ia mengakui kondisi wajah lebamnya terjadi setelah melakukan perawatan sedot lemak di pipi di seorang dokter ahli bedah plastik di Jakarta. ANTARA/Galih Pradipta

Kiri: foto Ratna Sarumpaet dengan wajah lebam yang diakuinya akibat penganiayaan, disebar lewat akun Twitter Rachel Maryam pada awal Oktober 2018. Kanan: Foto Ratna yang diambil pada 9 April 2018. Twitter.com/cumarachel (kiri) ; TEMPO/Subekti