Jumat, 19 Oktober 2018

Pegawai museum melihat karya plastinasi anatomi manusia bertajuk The Tennis Player di pameran museum Body Worlds di London, Inggris, Kamis, 4 Oktober 2018. Karya ini dibuat dari tubuh manusia yang diawetkan dengan metode plastinasi. REUTERS/Peter Nicholls

Pegawai museum melihat karya Gunther von Hagens berjudul Aterial Bone Body di pameran museum Body Worlds di Paviliun London, London, Inggris, Kamis, 4 Oktober 2018. Gunther merupakan ahli anatomi Jerman penemu teknik plastinasi untuk melestarikan spesimen jaringan biologis dari manusia dan hewan. REUTERS/Peter Nicholls

Pegawai museum melihat karya berjudul The Thinker di pameran museum Body Worlds di Paviliun London di London, Inggris, Kamis, 4 Oktober 2018. Gunther mengembangkan proses pengawetan yang menyatukan anatomi halus dan kimia polimer modern pada akhir 1970-an. REUTERS/Peter Nicholls

Pegawai museum melihat karya plastinasi anatomi manusia bertajuk The Tennis Player di pameran museum Body Worlds di London, Inggris, Kamis, 4 Oktober 2018. Serangkaian pameran anatomi Body Worlds telah melakukan tur ke banyak negara di seluruh dunia. REUTERS/Peter Nicholls

Karya Gunther von Hagens berjudul Aterial Bone Body di pameran museum Body Worlds di Paviliun London, London, Inggris, Kamis, 4 Oktober 2018. Semua spesimen manusia diperoleh dengan pengetahuan penuh dan persetujuan dari para donor sebelum mereka meninggal. REUTERS/Peter Nicholls

Gunther von Hagens berpose di sebelah karya anatomi terbarunya, Rider dalam pameran museum Body Worlds di Paviliun London di London, Inggris, Kamis, 4 Oktober 2018. REUTERS/Peter Nicholls