Rabu, 12 Desember 2018

David Xuereb mengumpulkan garam di dalam petak dalam pembuatan garam tradisional di Xwejni, di luar desa Zebbug di pulau Gozo, Malta 4 September 2018. REUTERS/Darrin Zammit Lupi

Josephine Xuereb membawa ember setelah menyiram sejumlah petak di dekat tumpukan garam yang dibuat secara tradisional di Xwejni, di luar desa Zebbug di pulau Gozo, Malta 4 September 2018. REUTERS/Darrin Zammit Lupi

Josephine dan David Xuereb mengisi kembali sejumlah petak dengan air laut setelah panen garam hari di Xwejni, di luar desa Zebbug di pulau Gozo, Malta 4 September 2018. REUTERS/Darrin Zammit Lupi

David Xuereb mengisi ulang sebuah petak dengan air laut saat membuat garam di Xwejni, di luar desa Zebbug di pulau Gozo, Malta 4 September 2018. REUTERS/Darrin Zammit Lupi

David Xuereb mengisi ulang petak-petak dengan air laut setelah panen garam hari itu di Xwejni, di luar desa Zebbug di pulau Gozo, Malta 4 September 2018. REUTERS/Darrin Zammit Lupi

Rose Cini menggunakan sikat untuk menyapu garam guna dikumpulkan di Xwejni, di luar desa Zebbug di pulau Gozo, Malta 4 September 2018. REUTERS/Darrin Zammit Lupi