Rabu, 12 Desember 2018

Pengunjuk rasa anti-Brexit membawa anjing mereka mengikuti pawai yang disebut 'Wooferendum', di London, Inggris, Ahad, 7 Oktober 2018. Sekitar seribu anjing dan pemiliknya menuntut diakhirinya Brexit melalui pemungutan suara kedua. REUTERS/Henry Nicholls

Seekor anjing buang air kecil di dekat gambar mantan menteri luar negeri Boris Johnson dalam pawai anti-Brexit 'Wooferendum', di London, Inggris, Ahad, 7 Oktober 2018. Penyelenggara kampanye "Wooferendum" berpendapat bahwa hewan akan menderita jika Inggris keluar dari Uni Eropa. REUTERS/Henry Nicholls

Pengunjuk rasa anti-Brexit membawa anjing mereka mengikuti pawai yang disebut 'Wooferendum', di London, Inggris, Ahad, 7 Oktober 2018. Pemberlakuan Brexit dikhawatirkan akan menyebabkan kekurangan dokter hewan dan kenaikan biaya makanan hewan peliharaan. REUTERS/Henry Nicholls

Seekor anjing buang air kecil mengenakan baju bergambar bendera Uni Eropa dalam pawai anti-Brexit 'Wooferendum', di London, Inggris, Ahad, 7 Oktober 2018. Dalam pawai ini disediakan 'Pee Stations' di sepanjang rute, anjing didorong untuk mengencingi gambar pendukung kampanye Brexit. REUTERS/Henry Nicholls

Pengunjuk rasa anti-Brexit membawa anjing mereka mengikuti pawai yang disebut 'Wooferendum', di London, Inggris, Ahad, 7 Oktober 2018. REUTERS/Henry Nicholls

Pengunjuk rasa anti-Brexit membawa anjing mereka mengikuti pawai yang disebut 'Wooferendum', di London, Inggris, Ahad, 7 Oktober 2018. Brexit merupakan rencana pencabutan keanggotaan Britania Raya dari Uni Eropa sebagai hasil dari referendum pada Juni 2016. REUTERS/Henry Nicholls