Foto udara pemukiman warga yang hilang akibat likuifaksi di Desa Jono Oge, Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis, 4 Oktober 2018. Likuifaksi merupakan pencairan tanah yang disebabkan oleh gempa bumi. ANTARA/Hafidz Mubarak A

Foto udara pemukiman warga yang hilang akibat likuifaksi di Desa Jono Oge, Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis, 4 Oktober 2018. Likuifaksi tanah di desa ini terjadi akibat gempa berkuatan 7,4 skala richter di Palu-Donggala. ANTARA/Hafidz Mubarak A

Alat berat mencari korban yang tertimbun lumpur akibat pencairan (likuifaksi) tanah yang terjadi di Desa Jono Oge, Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis, 4 Oktober 2018. Likuifaksi menyebabkan ratusan rumah hancur dan terkubur lumpur. ANTARA/Hafidz Mubarak A

Warga melihat mobil yang tertimbun lumpur akibat pencairan (likuifaksi) tanah yang terjadi di Desa Jono Oge, Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis, 4 Oktober 2018. Perumahan warga dan gereja di desa ini bergeser dan tergantikan oleh tanaman jagung. ANTARA/Hafidz Mubarak A

Suasana kampung yang hilang terseret liquifaksi atau pencairan tanah akibat gempa bumi di Desa Jono Oge, Sigi, Sulawesi Tengah, Senin, 8 Oktober 2018. Awalnya, kampung ini memiliki luas 202 hektar. ANTARA/Basri Marzuki

Warga memandangi kampung yang hilang terseret liquifaksi atau pencairan tanah akibat gempa bumi di Desa Jono Oge, Sigi, Sulawesi Tengah, Senin, 8 Oktober 2018. Kampung ini dalam kondisi porak-poranda dan tertimbun lumpur setelah diguncang gempa pada Jumat, 28 Agustus 2018 lalu. ANTARA/Basri Marzuki