Jumat, 14 Desember 2018

Seorang anak dimandikan ibunya di kamp pengungsi korban gempa bumi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa, 9 Oktober 2018. Anak-anak korban gempa ini terpaksa tinggal di kamp karena ruamhnya rusak akibat gempa. REUTERS/Darren Whiteside

Seorang bocah bermain dengan burung merpati di sebuah kamp pengungsi korban gempa bumi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu, 10 Oktober 2018. Anak-anak korban gempa terpaksa tinggal di kamp karena rumahnya mengalami kerusakan. REUTERS/Darren Whiteside

Seorang bocah bermain di sebalah tendah di sebuah kamp pengungsi korban gempa bumi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu, 10 Oktober 2018. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan 66.926 rumah rusak akibat gempa dan tsunami 28 September 2018. REUTERS/Darren Whiteside

Anak laki-laki bermain dengan burung merpati di sebuah kamp pengungsi korban gempa bumi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu, 10 Oktober 2018. Selain itu sebanyak 2.736 sekolah rusak dan tujuh unit fasilitas kesehatan rusak berat. REUTERS/Darren Whiteside

Seorang anak lelaki tidur di atas tumpukan pakaian sumbangan di sebuah kamp pengungsi korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia, Selasa, 9 Oktober 2018. Anak-anak korban gempa ini mendapatkan terapi trauma healing untuk memgembalikan keceriaannya. REUTERS/Jorge Silva

Anak-anak berkumpul di tenda militer untuk menerima terapi okupasi di sebuah kamp pengungsi korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia, Selasa, 9 Oktober 2018. REUTERS/Jorge Silva