Jumat, 19 Oktober 2018

Seorang anak laki-laku membawa lemari kayu yang tersisa dari reruntuhan bangunan akibat gempa Palu dan likuifaksi di Balaroa, Sulawesi Tengah, 11 Oktober 2018. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan sekitar lima ribu orang masih tertimbun di Kelurahan Petobo dan Balaroa. REUTERS/Darren Whiteside

Seorang wanita membawa kaligrafi dari rumahnya yang rusak akibat gempa Palu dan likuifaksi di Balaroa, Sulawesi Tengah, 11 Oktober 2018. Kelurahan Petobo dan Balaroa dilanda likuifaksi atau pencairan tanah sehingga rumah-rumah yang amblas ke dalam lumpur. REUTERS/Darren Whiteside

Warga berusaha mengevakuasi motor yang tertimbun reruntuhan di lokasi terdampak pergerakan atau pencairan tanah (likuifaksi) di Balaroa Palu, Sulawesi Tengah, Selasa, 9 Oktober 2018. Rumah-rumah warga tertimbun lumpur yang mengering memiliki kedalaman tiga meter. ANTARA

Seorang pria membersihkan puing-puing rumahnya yang rusak akibat gempa Palu dan likuifaksi di Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, 11 Oktober 2018. REUTERS/Darren Whiteside

Warga mencari barang layak pakai sisa runtuhan bangunan di kawasan terdampak likuifaksi di Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa, 9 Oktober 2018. Masyarakat yang terkena musibah mulai berbenah pascagempa bermagnitudo 7,4 disusul gelombang tsunami. ANTARA

Sejumlah barang-barang yang berhasil dikumpulkan warga dari rumahnya yang hancur akibat gempa Palu dan likuifaksi di Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, 11 Oktober 2018. REUTERS/Darren Whiteside