Senin, 10 Desember 2018

Kiri: foto Harrison Massie, seorang transgender saat berusia 22 tahun di St. Louis, Missouri, AS, 27 Januari 2012, dan penampilannya setelah menjalani terapi hormon selama 4 tahun. Harrison terlahir sebagai perempuan, namun memutuskan untuk menjadi pria sejak 2011. REUTERS/Sara Swaty

Harrison Massie mengenakan sebuah pengikat saat dia berpose untuk sebuah foto di jendela kamar tidurnya di St. Louis, Missouri, AS, 31 Desember 2013. Selama proses transformasinya menjadi pria, Harisson mengenakan binder untuk meratakan dadanya setiap hari. REUTERS/Sara Swaty

Penampilan Harrison Massie saat sarapan dengan kucingnya di St. Louis, Missouri, AS, 4 Januari 2015. Seorang teman Harrison merekam perjalanannya menjadi pria lewat foto-foto selama tujuh tahun. REUTERS/Sara Swaty

Harrison Massie menyuntik hormon testosteron di kamar tidurnya di St. Louis, Missouri, AS, 23 Juni 2017. Ia harus membayar sekitar $ 110 (Rp 1,6 juta) suntikan hormon setiap bulan selama tujuh tahun, totalnya lebih dari $ 9.000 atau sekitar Rp 136,8 juta. REUTERS/Sara Swaty

Harrison Massie (27 tahun), menyajikan koktail saat dia bekerja sebagai bartender di St. Louis, Missouri, AS, 25 Juni 2017. Status transgender Harrison sedikit mempersulitnya saat mencari pekerjaan, namun ia mendapatkan dukungan penuh dari lingkungan dan keluarga. REUTERS/Sara Swaty

Harrison Massie merangkul tunangannya, Sandra di rumah mereka di St. Louis, Missouri, AS, 15 Juli 2018. Saat ini dia berencana untuk menjalani operasi pengangkatan rekonstruksi payudara dan dada yang dapat menelan biaya ribuan dolar. REUTERS/Sara Swaty