Rabu, 12 Desember 2018

Seorang pria melihat koran An-Nahar dengan halaman kosong, di salah satu kios di Beirut, Lebanon, Kamis, 11 Oktober 2018. Media terkemuka di Lebanon, An-Nahar menerbitkan koran dengan delapan lembar halaman kosong tanpa berita. dailystar.com.lb

Surat kabar An-Nahar dengan halaman kosong, di Beirut, Lebanon, Kamis, 11 Oktober 2018. Media An-Nahar menerbitkan edisi halaman kosong sebagai bentuk protes kepada pemerintah yang tak kunjung membentuk pemerintahan baru meski telah digelar pemilihan umum pada lima bulan lalu. Twitter/Linamousawy1

Kepala Eksekutif Ah-Nahar, Nayla Tueni memegang koran An-Nahar edisi kosong dalam konferensi pers di Beirut, Lebanon, Kamis, 11 Oktober 2018. Menurut Nayla, warga Lebanon sudah menunggu selama dua tahun untuk dapat memiliki hak untuk memilih wakil mereka di parlemen. REUTERS

Seorang pria memegang koran An-Nahar edisi kosong di Beirut, Lebanon, Kamis, 11 Oktober 2018. Lebanon telah menggelar pemilihan parlemen pada 6 Mei lalu, pemilihan pertama sejak 2009. Namun hingga memasuki bulan Oktober, partai-partai politik belum menyepakati pemerintahan baru dan masih berdebat mengenai distribusi jabatan menteri. REUTERS

Koran An-Nahar edisi kosong dipajang di salah satu kios di Beirut, Lebanon, Kamis, 11 Oktober 2018. Pemerintahan Lebanon yang baru dibutuhkan segera untuk dapat menandatangani bantuan senilai 11 miliar dolar yang telah dijanjikan dalam konferensi pada April lalu. REUTERS