Jumat, 16 November 2018

Cyprien Verseux, seorang ahli glasiologi dan astrobiologi memegang mangkuk berisi spaghetti yang membeku di Concordia Station di Antartika. Ia mencoba memasak di halaman tempatnya bekerja di Concordia Station yang merupakan tempat paling terisolasi dan diselimuti es. twitter.com/cyprienverseux

Cyprien Verseux yang bekerja di pangkalan ilmiah paling terpencil di dunia, Concordia Station, Antartika mencoba memasak di luar ruangan. Hasilnya, semua masakan yang ia coba membeku seperti dua wajan berisi telur yang pecah dan membeku seperti menggantung di udara. twitter.com/cyprienverseux

Penampakan telur yang pecah menggantung di udara saat putih dan kuningnya membeku. Cyprien Verseux bekerja di Concordia Station bersama 12 rekannya yang merupakan teknisi, ilmuwan, juru masak, dan tim medis. twitter.com/cyprienverseux

Penampakan telur dadar yang membeku di Concordia Station, Antartika. Menurut Cyprien Verseux, suhu udara di sana bisa mencapai -80 derajat Celsius selama musim dingin. twitter.com/cyprienverseux

Saat Cyprien Verseux tidak sibuk melalukan penetilian ia kerap membuat blog untuk membagikan pengalaman hidup selama di Antartika, salah satunya memasak dengan suhu ekstem. Berbagai makanan yang ia buat tampak seperti karya seni lantaran membeku dan terlihat seperti melayang di udara. twitter.com/cyprienverseux