Seorang personel TNI AD memberikan paket bantuan kepada seorang lansia korban gempa setelah dievakuasi di dalam helikopter di Kulawi, Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu, 13 Oktober 2018. Lansia bernama Rabu, 70 tahun, yang mengalami patah tulang selama dua minggu akibat gempa itu, akhirnya dievakusi menggunakan helikopter MI 17 milik Skadron Udara 31/Serbu TNI AD. TEMPO/Francisca Christy Rosana

Personel TNI AD mengevakuasi seorang lansia korban gempa menggunakan helikopter di Kulawi, Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu, 13 Oktober 2018. Dari cerita keluarga Rabu, lansia itu terpelanting hingga cedera saat gempa mengguncang Sulawesi Tengah pada 28 September lalu. Kaki kanannya cedera dan ia tak kuasa berdiri menopang tubuhnya sendiri. TEMPO/Francisca Christy Rosana

Personel TNI AD mengevakuasi seorang lansia korban gempa menggunakan helikopter di Kulawi, Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu, 13 Oktober 2018. Nenek Rabu tinggal di Desa Boladangko, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi yang terisolasi akibat gempa berkekuatan 7,4 SR pada 28 September lalu. TEMPO/Francisca Christy Rosana

Seorang lansia korban gempa dievakuasi menggunakan helikopter di Kulawi, Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu, 13 Oktober 2018. Letnan Dua (Letda) Corp Kesehatan Militer dokter George Tirta yang bertugas memantau kondisi medis para korban gempa di wilayah terisolasi di Sigi meminta heli mengangkut nenek Rabu ke rumah sakit di Kota Palu agar lansia itu memperoleh penanganan medis yang layak. TEMPO/Francisca Christy Rosana