Rabu, 12 Desember 2018

Penyidik menunjukkan hasil tembakan yang mengenai sasaran sebuah kaca saat uji balistik dalam peristiwa peluru nyasar DPR di Mako Brimob, Depok, Selasa, 23 Oktober 2018. Uji balistik menggunakan senjata Glock 17 yang digunakan oleh tersangka.TEMPO/M Taufan Rengganis

Peluru 9x19 yang digunakan dalam uji balistik peluru nyasar DPR di Mako Brimob, Depok, Selasa, 23 Oktober 2018. Uji balistik dilakukan dengan sasaran kaca berjarak 300 meter yang berhasil ditembus. TEMPO/M Taufan Rengganis

Atlet menembak yang juga anggota Tim Gegana Brimob, Anang Yulianto melakukan tembakan menggunakan pistol Glock 17 dan peluru 9x19 dalam uji balistik peluru nyasar DPR di Mako Brimob, Depok, Selasa, 23 Oktober 2018. Dalam uji balistik ini tim Labfor ingin melihat lesatan dan jangkauan peluru. TEMPO/M Taufan Rengganis

Senjata Api Glock 17 dan peluru 9x19 yang digunakan dalam uji balistik peluru nyasar DPR di Mako Brimob, Depok, Selasa, 23 Oktober 2018. Insiden peluru nyasar ini terjadi 15 Oktober lalu, saat dua tersangka, IAW dan RMY, tengah berlatih menembak di Lapangan Tembak Senayan. TEMPO/M Taufan Rengganis

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Argo Yuwono menunjukkan hasil tembakan yang mengenai sasaran sebuah kaca saat uji balistik peluru nyasar DPR di Mako Brimob, Depok, Selasa, 23 Oktober 2018. Tersangka secara tidak sengaja melepaskan peluru ke gedung DPR yang jaraknya sekitar 300 meter. TEMPO/M Taufan Rengganis

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono (dua dari kanan), dan Anggota Komis III DPR RI Habib Aboe Bakar Al Habsyi (kanan) memberikan pemaparan saat uji balistik peluru nyasar DPR di Mako Brimob, Depok, Selasa, 23 Oktober 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis