Sabtu, 17 November 2018

Seorang pandai besi membuat wajan secara tradisional di sebuah lokakarya untuk kerajinan buatan tangan di desa Datian, provinsi Hubei, Cina 13 Agustus 2018. Seorang pengusaha Cina sedang menghidupkan kembali pembuatan wajan tradisional setelah terinspirasi toko peralatan seni Jepang. REUTERS/Thomas Suen

Seorang pandai besi membuat wajan secara tradisional di sebuah lokakarya untuk Kerajinan wajan di desa Datian, provinsi Hubei, Cina 13 Agustus 2018. Kerajinan wajan buatan tangan yang terbuat dari plat besi ditempa panas hingga 1.600 derajat celcius. REUTERS/Thomas Suen

Seorang pandai besi menyelesaikan pembuatan wajan secara tradisional di sebuah lokakarya untuk Kerajinan wajan di desa Datian, provinsi Hubei, Cina 13 Agustus 2018. Harga kerajinan wajan buatan tangan dijual seharga 600 - 1000 Yuan atau sekitar 1 juta - 2 juta rupiah. REUTERS/Thomas Suen

Seorang pandai besi menyelesaikan pembuatan wajan secara tradisional di sebuah lokakarya Kerajinan wajan di desa Datian, provinsi Hubei, Cina 13 Agustus 2018. Pengusaha asal Cina tersebut dapat menjual 300 hingga 400 wajan per bulan pada platform mobile WeChat. REUTERS/Thomas Suen

Seorang pandai besi menyelesaikan pembuatan wajan secara tradisional di sebuah lokakarya Kerajinan wajan di desa Datian, provinsi Hubei, Cina 13 Agustus 2018. REUTERS/Thomas Suen

Tian Huan (kanan) berbicara pada seorang pandai besi saat membuatawajan secara tradisional di sebuah lokakarya Kerajinan wajan di desa Datian, provinsi Hubei, Cina 13 Agustus 2018. REUTERS/Thomas Suen