Sabtu, 17 November 2018

Manajer area Alyssa Wells memasukan paket ke jalur konveyor untuk dilakukan pemindaian dan pelabelan di gudang penyimpanan Amazon di Kent, Washington, AS, 24 Oktober 2018. e-Commerce raksasa, Amazon diketahui telah memperkerjakan robot di gudangnya selama dua tahun terakhir. REUTERS/Lindsey Wasson

Sebuah robot yang digunakan oleh Amazon untuk membawa rak inventaris di gudang Amazon di Kent, Washington, AS, 24 Oktober 2018. Robot yang membawa rak berisikan barang-barang tersebut di Amazon bernama Kiva. REUTERS/Lindsey Wasson

Sebuah robot yang digunakan oleh Amazon untuk membawa rak inventaris di gudang Amazon di Kent, Washington, AS, 24 Oktober 2018. Robot Kiva tersebut dipakai untuk mengambil barang-barang yang tersimpan di gudang Amazon. REUTERS/Lindsey Wasson

Manajer area Alyssa Wells meletakkan paket ke jalur konveyor untuk dilakukan pemindaian dan pelabelan di gudang Amazon di Kent, Washington, AS, 24 Oktober 2018. Tak hanya bisa meningkatkan efisiensi pekerjaan, robot Kiva juga dapat menurunkan cost yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. REUTERS/Lindsey Wasson

Seorang karyawati Stanaleen Greenman memperhatikan sejumlah paket yang berjalan pada konveyor guna dilakukan pemindaian dan pelabelan secara otomatis di gudang Amazon, di Kent, Washington, AS, 24 Oktober 2018. Diketahui, Amazon akan memiliki 45.000 robot yang akan bekerja di 20 gudang fullfilment center yang tersebar di wilayah Amerika Serikat (AS). REUTERS/Lindsey Wasson

Seorang karyawan bekerja di gudang Amazon, di Kent, Washington, AS, 24 Oktober 2018. Amazon memiliki 230 ribu karyawan dan 30.000 robot pekerja. REUTERS/Lindsey Wasson