Model mengenakan gaun yang terbuat dari bahan daur ulang selama acara di Phnom Penh, Kamboja, 24 Oktober 2018. Acara ini diselenggarakan oleh perancang busana dari komunitas lesbian, gay, biseksual dan transgender atau LGBT. REUTERS/Samrang Pring

Model mengenakan gaun yang terbuat dari bahan daur ulang selama acara fashion show oleh komunitas LGBT di Phnom Penh, Kamboja, 24 Oktober 2018. Gaun-gaun ini dibuat dari tutup botol, karung semen dan kantong plastik. REUTERS/Samrang Pring

Model mengenakan gaun yang terbuat dari bahan daur ulang selama acara di Phnom Penh, Kamboja, 24 Oktober 2018. Serangan kekerasan terhadap komunitas LGBT adalah hal yang umum di negara Asia Tenggara yang konservatif. REUTERS/Samrang Pring

Detail gaun yang terbuat dari bahan daur ulang selama acara fashion show karya perancang LGBT di Phnom Penh, Kamboja, 24 Oktober 2018. Fashion show ini menjadi cara untuk mengurangi stereotip negatif terhadap kaum LGBT. REUTERS/Samrang Pring

Model berpose dalam balutan gaun dari bahan daur ulang saat fashion show di Phnom Penh, Kamboja, 24 Oktober 2018. Perusahaan seperti Coca-Cola, dan Heineken Tiger Beer telah merekrut tim ini untuk mendesain pakaian dari produk limbah mereka. REUTERS/Samrang Pring

Model membawakan busana dari bahan daur ulang saat fashion show di Phnom Penh, Kamboja, 24 Oktober 2018. Upaya komunitas LGBT ini telah mendapatkan perhatian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). REUTERS/Samrang Pring