Sabtu, 17 November 2018

Minuman Bloody Mary dari Mongolia yang dibuat dengan acar mata domba dan jus tomat, ditampilkan di Disgusting Food Museum di Malmo, Swedia, Kamis, 1 November 2018. Museum ini menampilkan aneka makanan menjijikan dari berbagai negara. REUTERS/Mikael Nilsson

Pengunjung melihat anggur tikus dari Cina, di mana bayi tikus ditenggelamkan dan diseduh dalam anggur beras, di Disgusting Food Museum di Malmo, Swedia, Kamis, 1 November 2018. Koleksi museum ini bertujuan untuk menantang persepsi rasa dan membantu pengunjung merenungkan mengapa makanan yang dibenci bisa menjadi kelezatan dalam budaya lain. REUTERS/Mikael Nilsson

Makanan kaleng surstromming yang dibuat dari ikan herring ikan Laut Baltik yang direndam dalam air asin selama enam bulan, dipajang di Disgusting Food Museum di Malmo, Swedia, Kamis, 1 November 2018. Makanan ini diberi label sebagai salah satu makanan berbau terburuk di dunia, namun menjadi salah satu kuliner khas dari Swedia. REUTERS/Mikael Nilsson

Guinea pig yang disajikan sebagai makanan tradisional Andes Peru, dipajang di Disgusting Food Museum di Malmo, Swedia, Kamis, 1 November 2018. Tiket masuk museum ini dicetak di atas kantong muntah bagi pengunjung yang tidak tahan. REUTERS/Mikael Nilsson

Penis banteng dari Cina dipajang di Disgusting Food Museum di Malmo, Swedia, Kamis, 1 November 2018. Salah satu koleksi makanan mengerikan di museum ini adalah hiu fermentasi dari Islandia. REUTERS/Mikael Nilsson

Pengunjung mencium aroma keju busuk yang dipajang di Disgusting Food Museum di Malmo, Swedia, Kamis, 1 November 2018. Salah satu koleksi makanan mengerikan di museum ini adalah hiu fermentasi dari Islandia. REUTERS/Mikael Nilsson