Sabtu, 17 November 2018

Orang tua korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 memeluk peti anaknya yang telah teridentifikasi oleh tim DVI di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Ahad, 4 November 2018. Janri Efriyanto Sianturi adalah salah satu dari tujuh korban yang teridentifikasi hari ini oleh Tim DVI Polri. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

Petugas menggotong peti jenazah salah satu korban pesawat Lion Air JT 610 untuk diserahkan kepada keluarga korban di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Ahad, 4 November 2018. Tim DVI RS Polri Kramatjati berhasil mengidentifikasi 7 korban hari ini. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

Petugas menggotong peti jenazah korban Lion Air JT 610 untuk diserahkan kepada keluarga korban di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Ahad, 4 November 2018. Ketujuh korban tersebut atas nama Rohmanir Padi Sagala, Dodi Junaidi, Muhammad Nasir, Janry Efriyanto Sianturi, Karmin, Harwinoko dan Verian Utama. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

Pihak RS Polri menyerahkan korban yang sudah teridentifikasi kepada keluarga korban di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Ahad, 4 November 2018. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

Harwinoko salah satu korban yang telah teridentifikasi dikembalikan kepada keluarga menggunakan mobil ambulance di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Ahad, 4 November 2018. TEMPO/HIlman Fathurrahman W

Kombes Pol Yusri Yunus (kedua Kanan) menjelaskan dalam konferensi pers terdapat 7 nama korban yang baru teridentifikasi oleh Tim DVI polri melalui DNA dan Medis di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Ahad, 4 November 2018. TEMPO/Hilman Fathurrahman W