Jumat, 16 November 2018

Alexandria Ocasio-Cortez saat berkampanye di distrik Queens, New York, AS, Senin, 5 November 2018. Alexandria mencetak sejarah sebagai wanita termuda dalam kongres AS setelah memenangkan pemilu pada Selasa waktu setempat (6/11). REUTERS/Andrew Kelly

Alexandria Ocasio-Cortez berfoto bersama pendukungnya di wilayah Queens, New York, AS, Senin, 5 November 2018. Wanita berusia 29 tahun yang selama ini bekerja sebagai bartender itu, berasal dari kelas pekerja dan merupakan keturunan Puerto Rico. REUTERS/Andrew Kelly

Alexandria Ocasio-Cortez berbincang dengan para pendukungnya dalam acara Halloween with Alexandria di St Paul's Evangelical Lutheran Church, New York, AS, 31 Oktober 2018. Ia berhasil mengalahkan politikus Partai Demokrat, Joe Crowley, yang berada dalam satu daerah pemilihan dengannya yaitu di New York. REUTERS/Andrew Kelly

Alexandria Ocasio-Cortez meninggalkan bilik setelah memberikan suaranya pada pemilu di The Bronx, New York, AS, Selasa, 6 November 2018. Kemenangan Alexandria dalam pemilu ini mematahkan rekor sebelumnya yang dipegang Elise Stefanik dari Partai Republik, yang berusia 30 tahun saat pertama terpilih menjadi anggota Kongres AS wilayah New York tahun 2014. REUTERS/Andrew Kelly

Alexandria Ocasio-Cortez saat berkampanye di Sabor Latino Restaurant, di distrik Queens, New York, AS, 3 November 2018. Dalam kampanyenya, Alexandria menyerukan penghapusan US Immigration and Customs Enforcement (ICE) yang akhir-akhir ini banyak mendeportasi imigran tanpa dokumen resmi di AS, sesuai kebijakan Presiden AS Donald Trump. REUTERS/Andrew Kelly

Alexandria Ocasio-Cortez berbicara kepada para pendukungnya di New York, Amerika Serikat (AS), Selasa, 6 November 2018. Tak seperti kebanyakan anggota Kongres yang berlatar belakang dari keluarga berada, Alexandria berasal dari kelas menengah biasa. Mendiang ayahnya yang meninggal di usia 40 tahun, berprofesi sebagai petugas kebersihan. REUTERS/Andrew Kelly