Sabtu, 17 November 2018

Dua pelajar kelas II IPA smu MAN 1 Surakarta, mempraktekkan pembuatan robot di sekolahnya, Jawa Tengah, Rabu 7 November 2018. Robot yang dinamakan The Survivor tersebut diciptakan mampu mengidentifikasi korban bencana yang masih hidup melalui sensor deteksi suhu tubuh manusia yang menyimpan hawa panas. Tempo/Bram Selo Agung

Dua pelajar kelas II IPA smu MAN 1 Surakarta, mempraktekkan pembuatan robot di sekolahnya, Jawa Tengah, Rabu 7 November 2018. Robot perakitannya menghabiskan dana sekitar 7 juta rupiah ini meraih juara ke tiga kompetisi robotik tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementrian Agama Republik Indonesia. Tempo/Bram Selo Agung

Pelajar kelas II IPA smu MAN 1 Surakarta, mempraktekkan pembuatan robot di sekolahnya, Jawa Tengah, Rabu 7 November 2018. Robot tersebut dinamakan The Survivor. Tempo/Bram Selo Agung

Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Solo, Amadeo Ahnaf (kanan) dan Salma Sonia (kiri) menunjukkan Robot Survivor pencari korban gempa selamat di sekolah setempat, Solo, Jawa Tengah, Rabu 7 November 2018. Robot Survivor tersebut dilengkapi sensor yang bisa mendeteksi suhu tubuh manusia sehingga mampu mengidentifikasi korban selamat di lokasi bencana. ANTARA FOTO/Maulana Surya

Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Solo, Amadeo Ahnaf (kanan) dan Salma Sonia (kiri) menunjukkan Robot Survivor pencari korban gempa selamat di sekolah setempat, Solo, Jawa Tengah, Rabu 7 November 2018. ANTARA FOTO/Maulana Surya