Sabtu, 17 November 2018

Ahli patologi forensik Prancis, Bruno Fremont, mengidentifikasi tengkorak sisa-sisa tentara yang terbunuh selama Perang Dunia Pertama, di rumah sakit Verdun, Perancis timur, 5 November 2018. Tengkorak ini ditemukan saat pekerjaan konstruksi jalan di dekat medan perang Douaumont. REUTERS/Christian Hartmann

Ahli patologi forensik Prancis, Bruno Fremont, mengidentifikasi tengkorak sisa-sisa tentara yang terbunuh selama Perang Dunia Pertama, di rumah sakit Verdun, Perancis timur, 5 November 2018. Fremont melakukan tes DNA pada tengkorak tapi tidak berguna tanpa diketahui relatif untuk dibandingkan. REUTERS/Christian Hartmann

Asisten forensik Prancis, Manu Robas, melihat hasil X-ray yang menunjukkan sepatu bot sisa-sisa tentara yang terbunuh selama Perang Dunia Pertama, ketika ditemukan dalam pekerjaan pembangunan jalan dekat medan perang Douaumont, selama operasi identifikasi di rumah sakit Verdun, Perancis, 5 November 2018. Ditemukan dompet yang berisi dua koin Prancis pada tengkorak tersebut. REUTERS/Christian Hartmann

Ahli patologi forensik Prancis, Bruno Fremont, mengidentifikasi tengkorak sisa-sisa tentara yang terbunuh selama Perang Dunia Pertama, di rumah sakit Verdun, Perancis timur, 5 November 2018. Pertempuran Verdun, adalah pertempuran antara pasukan Prancis dan Jerman pada tahun 1916 yang menewaskan 300 ribu orang. REUTERS/Christian Hartmann

Ahli patologi forensik Prancis, mengidentifikasi sepatu tengkorak sisa-sisa tentara yang terbunuh selama Perang Dunia Pertama, di rumah sakit Verdun, Perancis timur, 5 November 2018. REUTERS/Christian Hartmann

Ahli patologi forensik asal Prancis, Bruno Fremont dan asisten forensik Manu Robas, mengidentifikasi sisa-sisa tengkorak tentara yang terbunuh selama Perang Dunia Pertama saat medan perang Douaumont, di rumah sakit Verdun, Perancis, 5 November 2018. REUTERS/Christian Hartmann