Chen Hong-zhi mencoba mengingat sesuatu yang ia kerjakan pekan lalu, di kediamannya di Hsinchu, Taiwan, 31 Juli 2018. Chen menderita hilang ingatan jangka pendek. Ia hanya mampu mengingat sesuatu dalam waktu lima hingga sepuluh menit. REUTERS/Tyrone Siu

Chen Hong-zhi berbincang dengan ibu tirinya, Wang Miao-cyong saat menulis buku catatan, di kediamannya di Hsinchu, Taiwan, 31 Juli 2018. Akibat masalah ingatan itu, kini Chen menggantungkan ingatannya dalam buku catatan. Pria 26 tahun itu akan menulis setiap hal penting yang terjadi ke dalam buku catatan. REUTERS/Tyrone Siu

Dr Lin Ming-teng, kepala departemen psikiatri di Rumah Sakit Umum Veteran Taipei, menunjukkan gambar X-ray yang menjelaskan perbedaan antara otak normal (L) dan otak Chen Hong-zhi, di rumah sakit di Hsinchu, Taiwan, 31 Juli 2018. Gangguan ingatan Chen terjadi akibat kecelakaan yang ia alami saat berusia 17 tahun. Insiden tersebut membuatnya mengalami kerusakan serius pada otaknya. REUTERS/Tyrone Siu

Chen Hong-zhi berbincang dengan tetangganya di pasar dekat daerah Beipu Old Street di Hsinchu, Taiwan, 26 September 2018. Chen yang kini hidup bersama ibu tirinya setelah ayahnya wafat ini, bertahan hidup dengan tunjangan dari pemerintah dan hasil pertanian buah-buahan dan sayuran yang mereka barter dengan tetangga. REUTERS/Tyrone Siu

(kanan) Chen Hong-zhi membawa kesemek yang dikumpulkan dari kebun tetangganya, Shao, di Hsinchu, Taiwan, 7 November 2018. (kiri) Catatan Chen yang merinci kejadian pada 7 November 2018. Dalam catatan tersebut, ia menulis bahwa ia membeli kebutuhan sehari-hari untuk ibu tirinya, membersihkan gulma, mengunjungi temannya Sister Jhang, serta membantu tetangganya Paman Shao. REUTERS/Tyrone Siu

Chen Hong-zhi bertepuk tangan saat melihat kampanye pemilu, di daerah Beipu Old Street, Hsinchu, Taiwan, 6 November 2018. Chen kerap disebut "notebook boy" lantaran kebiasaannya yang selalu membawa buku catatan. REUTERS/Tyrone Siu