Terminal 4 Bandar Udara Changi di Singapura, 16 November 2018. Terminal 4 ini sudah beroperasi sejak akhir Oktober 2017, dimana bandara ini memberikan layanan yang berbeda dari terminal 1, 2, dan 3 Bandara Changi walau termasuk bandara terkecil dibandingkan dengan 3 bandara terdahulunya. TEMPO/Fardi Bestari

Pengunjung mengoperasikan mesin check-in mandiri di Terminal 4 Bandar Udara Changi, Singapura, 16 November 2018. Terminal 4 bandara Changi menghadirkan sistem Fast and Seamless Travel (FAST) atau sistem pelayanan mandiri untuk para pengguna maskapai yang akan berangkat ataupun yang tiba di terminal 4 Bandar Udara Changi. TEMPO/Fardi Bestari

Sebuah esin drop bagasi di terminal 4, Bandar Udara Changi, Singapura, 16 November 2018. Sistem FAST yang diterapkan di Terminal 4 Bandara Changi dihadirkan mulai dari check-in, drop-bagage, dan imigrasi, dimana Sistem mandiri ini berupa sistem check-in pemindai wajah dan sistem drop bagasi yang terkomputerisasi. TEMPO/Fardi Bestari

Suasana nyaman yang dihadirkan pada Terminal 4 Bandara Changi, Singapura, 16 November 2018. Terminal 4 Changi Airport dibangun dengan biaya 723 juta dollar AS atau setara dengan Rp 9,76 triliun (Rate rp 13.500). TEMPO/Fardi Bestari

Suasana terminal 4 Bandara Changi, Singapura, 16 November 2018. Guna memberikan rasa nyaman kepada pengunjung, bangunan di dalamnya dipercantik dengan desain yang sama pada bagian detil-detil atap dan lantai bangunan hingga kursi-kursi di dalam Terminal 4 Bandara Changi. TEMPO/Fardi Bestari

Hiasan yang dihadirkan pada Terminal 4 Bandara Changi, Singapura, 16 November 2018. Terminal 4 ini memiliki kapasitas sebesar 16 juta orang pertahun dan ditujukan untuk mengatasi kenaikan jumlah penumpang pesawat di Changi Airport.