Rabu, 12 Desember 2018

Bangunan Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu, 24 November 2018. Masjid Jami Pontianak atau Jami Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie merupakan satu dari dua bangunan yang menjadi pertanda berdirinya Kota Pontianak pada 1771 Masehi, selain Istana Kadriyah. TEMPO/Fajar Januarta

Peduduk menjalankan salat di Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu, 24 November 2018. Masjid ini memiliki enam pilar dari kayu belian berdiameter setengah meter. TEMPO/Fajar Januarta

Sejumlah pintu masuk Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu, 24 November 2018. Bangunan masjid ini terdri dari 90 persen kayu belian atau kayu ulin.TEMPO/Fajar Januarta

Bentuk atap Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu, 24 November 2018. Atap masjid ini awalnya menggunakan rumbia, tapi sekarang menggunakan sirap, potongan kayu belian atau kayu ulin berukuran tipis. TEMPO/Fajar Januarta

Seorang pria duduk dekat mimbar Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu, 24 November 2018. Masjid ini memiliki mimbar tempat khutbah yang mirip geladak kapal. Masjid itu dapat menampung sekitar 1.500 jemaah. TEMPO/Fajar Januarta