Senin, 10 Desember 2018

Pekerja menyelesaikan proses pengecatan helm kustom di Solo, Jawa Tengah, 21 November 2018. Helm kustom bagi masyarakat mungkin belum begitu populer. Namun di kalangan komunitas sepeda motor, helm kustom mampu memberi jawaban atas Lifestyle berkendara sepeda motor. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

Pekerja menyelesaikan proses pengecatan helm kustom di Solo, Jawa Tengah, 21 November 2018. Berawal dari kecintaanya dengan motor klasik, Oky Wardhana, iseng membuat helm sendiri karena menurut dia, helm keluaran pabrikan tidak cocok dikenakan mengendarai motor klasik retro. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

Website helm kustom di Solo, Jawa Tengah, 21 November 2018. Awal tahun 2015, Oky Wardana mulai membuka usaha kerajinan helm kustom. Berbekal ilmu desain grafis yang didapat dari bangku kuliah, ia mulai membuat beberapa helm untuk ditawarkan melalui media sosial dan para pencinta motor klasik. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

Pekerja menyelesaikan pembuatan cetakan helm kustom di Solo, Jawa Tengah, 21 November 2018.Semuan helm itu dikerjakan tanpa menggunakan mesin, mulai dari bahan utama fiberglass dan resin untuk cetakan, jahitan hingga motif pewarnaan. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

Pekerja menyelesaikan proses pengecatan helm kustom di Solo, Jawa Tengah, 21 November 2018. Dalam satu bulan, mereka mampu membuat 50 hingga 70 helm dengan berbagai model mulai dari half face, full face hingga shorty helmet. Untuk harganya dijual bervariasi, mulai dari Rp600 ribu hingga Rp2 juta rupiah tergantung model dan motif. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

Pemilik usaha, Oki Wardana menunjukan helm kustom di Solo, Jawa Tengah, 21 November 2018. Helm kustom Trooper telah menembus pasar Mancanegara diantaranya Amerika Serikat, Eropa, Australia dan Malaysia. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha