Senin, 10 Desember 2018

Petarung Ren Ruzhi, 24 tahun, bertarung dengan seekor banteng saat latihan di sekolah Kung-fu Haihua di Jiaxing, Provinsi Zhejiang, Cina, 27 Oktober 2018. Sekolah Kung-fu ini mengajarkan pertarungan manusia dengan banteng yang hampir mirip dengan pertarungan di Spanyol. REUTERS/Aly Song

Petarung Li Bo, 22 tahun, menunjukan teknik bertarung dengan banteng saat melakukan latihan di Sekolah Kung-fu Haihua di Jiaxing, Provinsi Zhejiang, Cina, 27 Oktober 2018. Pertarungan banteng dan manusia di Cina tidak menggunakan pedang seperti pertarungan di Spanyol. REUTERS/Aly Song

Atlet bela diri Ren Ruzhi, 24 tahun, menunjukan keterampilan kung-fu sebelum bertarung dengan banteng di Jiaxing, Provinsi Zhejiang, Cina, 27 Oktober 2018. Pertarungan banteng dan manusia ini benar-benar mengandalkan teknik dan kekuatan karena petarung tidak menggunakan senjata. REUTERS/Aly Song

Petarung Zhong Xiaojie, 19 tahun, berusaha menjatuhkan banteng saat pertandingan di Jiaxing, Provinsi Zhejiang, Cina, 27 Oktober 2018. Petarung biasanya menggunakan teknik mendekati kepala banteng, meraih tanduk dan memutar kepala banteng hingga terjatuh. REUTERS/Aly Song

Petarung mengejar banteng saat berusaha dijatuhkan dalam pertandingan di Jiaxing, Provinsi Zhejiang, CIna, 27 Oktober 2018. REUTERS/Aly Song

Petarung Ren Ruzhi, 24 tahun, berpose di depan kandang banteng saat berada di sekolah Kung-fu Haihua di Jiaxing, Provinsi Zhejiang, Cina, 27 Oktober 2018. REUTERS/Aly Song