Rabu, 12 Desember 2018

Sejumlah anak bermain di sekitar sisa puing kayu bangunan dan perabot rumah tangga dari bangunan cagar budaya rumah tua Wani yang ambruk akibat tersapu gelombang tsunami di Desa Wani, Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat, 7 Desember 2018. Sejumlah bangunan cagar budaya di Palu dan Donggala mengalami kerusakan bahkan hilang akibat terdampak gempa dan tersapu tsunami pada 28 September 2018. ANTARA/Mohamad Hamzah

Sebuah bangunan rumah kayu yang dibangun pada tahun 1938 masih tetap berdiri meski diterjang gelombang tsunami di Desa Wani, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Ahad, 2 Desember 2018. Pascagempa dan tsunami, sejumlah lokasi terdampak ramai dikunjungi pengunjung untuk mengenang peristiwa tersebut. ANTARA/Mohamad Hamzah

Bangunan peninggalan Belanda rusak dan ambruk ke laut akibat diterjang gempa dan tsunami di Banawa, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Senin, 5 November 2018. Sejumlah bangunan peninggalan zaman kolonial Belanda yang menjadi menjadi objek wisata setempat rusak akibat gempa dan tsunami pada 28 September 2018. ANTARA/Mohamad Hamzah

Bangunan peninggalan Belanda rusak dan ambruk ke laut akibat diterjang gempa dan tsunami di Banawa, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Senin, 5 November 2018. Sejumlah bangunan peninggalan zaman kolonial Belanda yang menjadi menjadi objek wisata setempat rusak akibat gempa dan tsunami pada 28 September 2018. ANTARA/Mohamad Hamzah

Foto udara Masjid Al Amin di antara bangunan yang rusak akibat gempa dan tsunami di Wani, Donggala, Sulawesi Tengah, Ahad, 14 Oktober 2018. Masjid cagar budaya yang didirikan pada tahun 1906 ini masih kokoh berdiri seusai diterjang tsunami dan gempa. ANTARA/Wahyu Putro A