Penambang belerang (dari kiri) Pusinto, Hartono, Sudiyono, Ahmad Santoso, Hariyono dan Sholeh Hidayat berfoto bersama dengan taksi atau troli saat menunggu pendaki yang akan menggunakan jasa mereka di puncak gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, 23 Juni 2018. Saat memasuki gerbang pos pendakian, terdengar suara nyaring dari sejumlah penambang yang mengajak para pendaki untuk menggunakan jasa 'Taksi Pendakian Ijen'. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Sejumlah penambang membawa pendaki dengan taksi atau troli di puncak gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, 23 Juni 2018. Taksi ini bukan mobil atau motor namun berupa troli atau gerobak yang biasa digunakan untuk membawa belerang. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Sejumlah penambang membawa wisatawan atau pendaki menuju puncak gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, 23 Juni 2018. Troli ini merupakan alat angkut menyerupai gerobak yang memiliki dua roda di kanan dan kiri, troli ini digunakan dengan cara mendorong dengan panjang bervariasi. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Sejumlah penambang menyusun troli atau taksi pendakian di puncak gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, 23 Juni 2018. Tarif taksi pendakian Ijen tidaklah murah, harga yang ditawarkan untuk mendaki dengan troli sekitar Rp800 ribu per orangnya. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Sejumlah penambang menghitung uang seusai mengantarkan pendaki atau wisatawan di kawasan gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, 23 Juni 2018. Tarif taksi pendakian Ijen untuk pendaki asing dikenakan biaya Rp1,2 juta dikarenakan medan yang menanjak dan dibutuhkan sekitar tiga hingga empat orang untuk menarik taksi tersebut. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Sejumlah penambang membawa wisatawan atau pendaki menuju puncak gunung Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur, 23 Juni 2018. Sejumlah penambang belerang mengakui membuka jasa taksi tersebut untuk mencari uang tambahan saat belerang sedikit atau kawasan tambang diliburkan. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa