Sekitar seribu buruh yang tergabung dalam Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek Indonesia) membentangkan spanduk saat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor pusat PT Hero Supermarket Tbk, Bintaro, Tangerang Selatan, 11 Januari 2019. Dalam aksi tersebut mereka mengecam pemutusan hubungan kerja atau PHK yang dialami beberapa karyawan Hero dan Giant Supermarket. TEMPO/M Taufan Rengganis

Sekitar seribu buruh yang tergabung dalam Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek Indonesia) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor pusat PT Hero Supermarket Tbk, Bintaro, Tangerang Selatan, Jumat, 11 Januari 2019. Mereka menuding telah terjadi pelanggaran perjanjian kerja sama antara manajemen dengan pekerja Hero. TEMPO/M Taufan Rengganis

Buruh yang tergabung dalam Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek Indonesia) membentangkan spanduk saat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor pusat PT Hero Supermarket Tbk, Bintaro, Tangerang Selatan, Jumat, 11 Januari 2019. PT Hero Supermarket Tbk telah menutup 26 toko di Pulau Jawa dan Sumatera sepanjang 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

Buruh yang tergabung dalam Aspek Indonesia membentangkan spanduk saat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor pusat PT Hero Supermarket Tbk, Bintaro, Tangerang Selatan, Jumat, 11 Januari 2019. Sebanyak 532 karyawan Hero terdampak dari penutupan tersebut. TEMPO/M Taufan Rengganis

Sekitar seribu buruh yang tergabung dalam Aspek Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor pusat PT Hero Supermarket Tbk, Bintaro, Tangerang Selatan, Jumat, 11 Januari 2019. Menurut General Manager Corporate Affairs PT Hero Supermarket Tbk Tony Mampuk, dari 532 karyawan yang dipecat, sebanyak 92 persen bisa memahami keputusan perusahaan dan sisanya memprotes. TEMPO/M Taufan Rengganis

Sejumlah Karyawan Hero dan Giant Supermarket membersihkan sampah saat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor pusat PT Hero Supermarket Tbk, Bintaro, Tanggerang Selatan, 11 Januari 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis