Lima ekor bayi monyet hasil kloning berada di dalam inkubator di laboratorium di Akademi Institut Ilmu Pengetahuan Cina di Shanghai, 24 Januari 2019. Ilmuwan Cina yang tergabung dalam Institute of Neuroscience (ION) di Akademi Institut Ilmu Pengetahuan Cina, sukses menghasilkan 5 monyet hasil kloning. Chinese Academy of Sciences/Handout via REUTERS

Bayi monyet hasil kloning berada di dalam inkubator di laboratorium di Akademi Institut Ilmu Pengetahuan Cina di Shanghai, 24 Januari 2019. Monyet-monyet tersebut telah menjalani rekayasa genetik yang menimbulkan gangguan irama tubuh (sirkadian). Chinese Academy of Sciences/Handout via REUTERS

Bayi monyet hasil kloning menggigit jarinya saat berada di dalam inkubator di laboratorium di Akademi Institut Ilmu Pengetahuan Cina di Shanghai, 24 Januari 2019. Eksperimen klon dibuat untuk membantu penelitian gangguan ritme sirkadian yang terkait dengan masalah tidur, depresi dan penyakit Alzheimer. Chinese Academy of Sciences/Handout via REUTERS

Bayi monyet hasil kloning berada di dalam inkubator di laboratorium di Akademi Institut Ilmu Pengetahuan Cina di Shanghai, 24 Januari 2019. Menurut ilmuwan, klon-klon itu akan membuka jalan bagi penelitian lebih lanjut tentang masalah-masalah seperti itu pada manusia, yang telah menjadi masalah kesehatan mental utama. Chinese Academy of Sciences/Handout via REUTERS