Anggota tim penyelamat membawa mayat yang ditemukan setelah bendungan tailing yang dimiliki oleh perusahaan pertambangan Brasil Vale SA jebol, di Brumadinho, Brasil 28 Januari 2019. Musibah Jebolnya bendungan tersebut membuat 40 orang tewas dan 300 orang hilang. REUTERS/Washington Alves

Anggota tim penyelamat mencoba mengevakuasi warga yang berhasil ditemukan usai bendungan tailing yang dimiliki oleh perusahaan pertambangan Brasil Vale SA jebol, di Brumadinho, Brasil 28 Januari 2019. Bendungan tersebut digunakan guna menampung limbah pertambangan Vale SA. REUTERS/Washington Alves

Anggota tim penyelamat mengevakuasi warga yang berhasil ditemukan lewat helikopter usai bendungan tailing yang dimiliki oleh perusahaan pertambangan Brasil Vale SA jebol, di Brumadinho, Brasil 28 Januari 2019. Musibah jebolnya bendungan milik Vale SA pada Jumat lalu bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya peristiwa serupa terjadi pada 2015 yang sampai sekarang masih teringat dibenak banyak masyarakat Brazil. REUTERS/Washington Alves

Sebuah helikopter keliling guna mencari ratusan warga yang hilang tergulung ombak lumpur usai bendungan tailing yang dimiliki oleh perusahaan pertambangan Brasil Vale SA jebol, di Brumadinho, Brasil 28 Januari 2019. Jebolnya bendungan tersebut membuat warga kota Brumadinho harus dievakuasi karena kotanya berubah menjadi lautan lumpur cokelat. REUTERS/Adriano Machado

Sejumlah tim penyelamat terus mencari korban hilang usai bendungan tailing yang dimiliki oleh perusahaan pertambangan Brasil Vale SA jebol, di Brumadinho, Brasil 28 Januari 2019. REUTERS/Adriano Machado

Tim penyelamat terus mencari korban hilang usai bendungan tailing yang dimiliki oleh perusahaan pertambangan Brasil Vale SA jebol, di Brumadinho, Brasil 28 Januari 2019. REUTERS/Adriano Machado