Orang-orang berkumpul dengan menyalakan lilin guna berduka cita atas tewasnya puluhan orang dan hilangnya ratusan orang atas jebolnya bendungan tailing yang dimiliki oleh perusahaan pertambangan Brasil Vale SA di Brumadinho, Brasil, 29 Januari 2019. REUTERS/Adriano Machado

Orang-orang membawa peti mati Janice Helena, seorang korban bendungan yang runtuh milik perusahaan tambang Brasil Vale SA, selama pemakamannya di Brumadinho, Brasil 29 Januari 2019. REUTERS/Adriano Machado

Kerabat bersedih selama pemakaman Edmayara Samara, korban bendungan yang runtuh milik perusahaan tambang Brasil Vale SA, di Brumadinho, Brasil 29 Januari 2019. REUTERS/Adriano Machado

Orang-orang berkumpul dengan menyalakan lilin guna berduka cita atas tewasnya puluhan orang dan hilangnya ratusan orang atas jebolnya bendungan tailing yang dimiliki oleh perusahaan pertambangan Brasil Vale SA di Brumadinho, Brasil, 29 Januari 2019. REUTERS/Adriano Machado

Seorang aktivis melakukan aksi demo dengan melumuri tubuhnya dengan lumpur atas jebolnya bendungan di depan perusahaan pertambangan Vale SA di Rio de Janeiro, Brasil 28 Januari 2019. REUTERS/Pilar Olivares

Seorang aktivis melakukan aksi demo dengan melumuri tubuhnya dengan lumpur atas jebolnya bendungan di depan perusahaan pertambangan Vale SA di Rio de Janeiro, Brasil 28 Januari 2019. REUTERS/Pilar Olivares