Wayang potehi beraksi menghibur penonton saat pementasan di pusat perbelanjaan Ciputra, Jakarta, 31 Januari 2019. Suara tabuhan tambur ditambah gesekan erhu memecah keramaian. Alunan musik khas tiongkok itu menjadi penanda dimulainya pertunjukan wayang potehi di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta. ANTARA FOTO/Putra Haryo Kurniawan

Beberapa karakter wayang potehi yang akan tampil pada pementasan di pusat perbelanjaan Ciputra, Jakarta, 29 Januari 2019. Wayang potehi merupakan kesenian klasik peninggalan jaman kekaisaran negeri tirai bambu. Sempat mengalami masa surut ketika pelarangan di masa orde baru karena diyakini menyebarkan propaganda politik. ANTARA FOTO/Putra Haryo Kurniawan

Karakter wayang potehi yang mengisi cerita `Sie Kong Hoan Tong` di pusat perbelanjaan Ciputra, Jakarta, 31 Januari 2019. Wayang potehi mulai kembali eksis ketika masa presiden Gus Dur. Wayang Potehi merupakan seni pertunjukan hasil percampuran budaya Tionghoa dan Jawa yang dimainkan sebelum dan sesudah perayaan imlek. ANTARA FOTO/Putra Haryo Kurniawan

Dalang Subur memainkan wayang potehi dari balik panggung saat pementasan di pusat perbelanjaan Ciputra, Jakarta, 29 Januari 2019. Wayang Potehi terbuat dari kayu mahoni lunak dan dibalut oleh aneka kostum khas negeri tirai bambu. Beranekaragam karakter wayang potehi yang dipentaskan dan ada beberapa karakter utama yang sering muncul seperti Sun Go Kong, Cut Pat Kay, dan Sie Kong. ANTARA FOTO/Putra Haryo Kurniawan

Dalang Subur berlatih sebelum pementasan wayang potehi di pusat perbelanjaan Ciputra, Jakarta, 31 Januari 2019. Menjadi dalang, Subur berada di bilik seluas sekitar tiga meter, ditemani sejumlah pemusik yang selalu siap membawa penonton menikmati cerita. ANTARA FOTO/Putra Haryo Kurniawan

Suasana pementasan wayang potehi di pusat perbelanjaan Ciputra, Jakarta, 2 Februari 2019. Dalam pementasan tersebut Dalang Subur membawakan cerita `Sie Kong Hoan Tong` yaitu tentang perjalanan sesosok pendeta yang bernama Sie Kong yang berjuang ingin merebut kembali kedinastian Tong. ANTARA FOTO/Putra Haryo Kurniawan