Para pengunjuk rasa membawa jasad seorang lelaki yang tewas saat ikuti aksi protes terhadap pemerintah di jalan Port-au-Prince, Haiti, 9 Februari 2019. Para pengunjuk rasa turun ke jalan menuntut presiden Jovenel Moise mengundurkan diri. REUTERS/Jeanty Junior Augustin

Seorang petugas polisi menahan seorang pria yang dicurigai melakukan aksi penjarahan di tengah aksi protes anti-pemerintah di Port-au-Prince, Haiti, 12 Februari 2019. Para demonstran meluapkan kemarahannya karena meningkatnya harga berbagai kebutuhan dan juga korupsi. REUTERS/Jeanty Junior Augustin

Sejumlah pengunjuk rasa meluapkan kemarahannya di dekat seorang pria yang tewas saat ikuti aksi protes anti-pemerintah di Port-au-Prince, Haiti, 12 Februari 2019. Saat ini korban tewas sudah mencapai 9 orang dan puluhan luka-luka. REUTERS/Jeanty Junior Augustin

Demonstran turun ke jalan saat menuntut Presiden Moise mengundurkan diri di Port-au-Prince, Haiti 7 Februari 2019. Meluapkan kemarahannya, para demonstran menyambangi istana presiden dan berupaya memblokade jalan menuju bandara. REUTERS/Jeanty Junior Augustin

Demonstran turun ke jalan saat menuntut Presiden Moise mengundurkan diri di Port-au-Prince, Haiti 7 Februari 2019. Aksi protes ini berlangsung usai Kelompok oposisi mengetahui laporan pengadilan yang menyatakan bahwa para pejabat dan mantan menteri telah menyalahgunakan pinjaman pembangunan dari Venezuela ke Haiti setelah tahun 2008. REUTERS/Jeanty Junior Augustin

Seorang perwira Polisi Nasional Haiti menembakkan gas air mata saat terlibat bentrok dengan para demonstran di Port-au-Prince, Haiti, 9 Februari 2019. REUTERS/Jeanty Junior Augustin