Paus bungkuk ditemukan terdampar dalam keadaan mati di hutan hujan Amazon di Ilha do Marajo, Brasil, Sabtu, 23 Februari 2019. Paus seberat 10 ton dengan panjang 11 meter ini ditemukan di bagian terpencil rawa bakau di Pulau Marajo yang terletak di mulut Sungai Amazon. LSM Bicho D'agua/Handout via REUTERS

Ahli biologi dari LSM Bicho D'agua membedah isi perut paus bungkuk, yang ditemukan di hutan hujan Amazon di Ilha do Marajo, Brasil, Sabtu, 23 Februari 2019. Para ahli masih mencari penyebab terdamparnya paus raksasa ini terdampar di hutan hujan Amazon yang jauh dari habitatnya. LSM Bicho D'agua/Handout via REUTERS

Ahli biologi dari LSM Bicho D'agua membedah isi perut paus bungkuk, yang ditemukan di hutan hujan Amazon di Ilha do Marajo, Brasil, Sabtu, 23 Februari 2019. Beberapa ahli memperkirakan paus tersebut adalah anakan yang terpisah dari induknya. Mamalia laut itu kemudian mengalami stres hingga mengonsumsi terlalu banyak plastik. LSM Bicho D'agua/Handout via REUTERS

Paus bungkuk ditemukan terdampar dalam keadaan mati di hutan hujan Amazon di Ilha do Marajo, Brasil, Sabtu, 23 Februari 2019. Dikuti dari The Independent pada Senin (25/2), pemimpin Bicho D'agua Institute Renata Emin mengaku bingung entang apa yang dilakukan paus bungkuk di pantai utara Brasil selama Februari karena ini adalah kejadian yang sangat tidak biasa. LSM Bicho D'agua/Handout via REUTERS

Paus bungkuk ditemukan terdampar dalam keadaan mati di hutan hujan Amazon di Ilha do Marajo, Brasil, Sabtu, 23 Februari 2019. Para pejabat dari departemen kesehatan, sanitasi, dan lingkungan negara bagian tersebut mengatakan bahwa mereka menemukan paus itu setelah mengikuti burung pemangsa. LSM Bicho D'agua/Handout via REUTERS