Seekor orangutan berusia 30 tahun ini mengalami penyiksaan parah. Di sekujur tubuhnya bersarang 74 butir peluru, serta tangan dan kaki penuh luka sayatan. Orangutan tersebut dievakuasi dari kebun warga di Desa Bunga Tanjung, Sultan Daulat, Aceh pada Ahad (10/3) lalu. Foto: SOCP

Proses pengobatan orangutan yang selanjutnya diberi nama Hope atau harapan. Berdasarkan hasil pemeriksaan di Pusat Karantina Orang Utan, Hope memiliki berat badan 35,6 kilogram, kondisi rambut kusam dan kulit bersisik dengan dehidrasi lebih 10 persen. Selain itu, bagian mulutnya terlihat bengkak bekas luka dan memar. Foto: SOCP

Menurut Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Sapto Aji Prabowo, mata kanan Hope yang bengkak sudah mengalami kerusakan permanen dan diperkirakan kemungkinan kerusakan terjadi lebih dari 2-3 bulan lalu. Selain itu mata kiri Hope rusak, dengan pendarahan di bagian kornea dan pupil, diakibatkan tembakan 3 butir peluru senapan angin. Foto: SOCP

Hasil pemeriksaan dengan X-ray, ditemukan peluru senapan angin sebanyak 74 butir yang tersebar di seluruh badan. Selain itu, Hope juga mengalami patah tulang Clavicula kiriter buka dalam artian tulang mencuat keluar dari kulit. Tak hanya itu, tulang pelvis kiri Hope juga retak dengan keretakan kurang lebih 2 cm. Foto: SOCP

Evakuasi terhadap orang utan itu dilakukan di perkebunan sawit milik warga di Desa Bunga Tanjung Kecamatan Sultan Daulat Kota Subulussalam, Aceh. Proses evakuasi itu berawal dari laporan warga terkait konflik satwa dilindungi tersebut dengan masyarakat setempat. Foto: SOCP

Selain menemukan Hope, warga juga menemukan bayi Hope dalam kondisi yang mengenaskan. Bayi orangutan itu pun mati dalam perjalanan diduga karena malnutrisi parah. Foto: SOCP