Seorang tentara Israel berjalan di samping deretan tank yang diterjunkan di dekat perbatasan dengan Gaza, di Israel selatan 28 Maret 2019. Militer Israel menerjunkan sejumlah tank militer miliknya ke dekat Jalur Gaza guna mengamankan menjelang dilakukannya aksi demo warga Palestina, "Pawai Akbar Kepulangan" atau "Great March of Return". REUTERS/Amir Cohen

Seorang tentara Israel berjalan di samping sebuah tank yang diterjunkan di dekat perbatasan dengan Gaza, di Israel selatan 28 Maret 2019. Aksi "Pawai Akbar Kepulangan" atau "Great March of Return" merupakan sebuah aksi yang digelar warga Palestina guna memperingati Satu Tahun aksi-aksi demo besar di Jalur Gaza. REUTERS/Amir Cohen

Tentara Israel mempersiapkan amunisi tank di dekat perbatasan dengan Gaza, di Israel selatan 28 Maret 2019. Selama berlangsung satu tahun ini, lebih dari 260 warga Palestina telah tewas dalam aksi-aksi demo tersebut. Mereka sebagian besar tewas akibat tembakan pasukan Israel saat bentrokan dalam aksi-aksi demo itu. REUTERS/Amir Cohen

Tentara Israel berdiri di dekatn sebuah tank yang dikerahkan di dekat perbatasan dengan Gaza, di Israel selatan 28 Maret 2019. Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan, selain ratusan warga Palestina yang tewas, setidaknya 26 ribu warga Palestina juga terluka dalam aksi-aksi protes sejak tahun lalu itu. REUTERS/Amir Cohen

Tentara Israel berdiri di dekatn sebuah tank yang dikerahkan di dekat perbatasan dengan Gaza, di Israel selatan 29 Maret 2019. Pawai Akbar Kepulangan dimulai pada 30 Maret 2018, untuk mengenang pembunuhan enam pengunjuk rasa oleh aparat keamanan Israel pada saat protes penyitaan tanah pada tahun 1976 lalu. REUTERS/Amir Cohen

Alat militer Israel, Iron Dome dikerahkan di dekat Jalur Gaza selatan di Israel selatan 29 Maret 2019. Dalam aksi tersebut, warga Palestina menuntut hak mereka untuk kembali ke kampung halaman mereka setelah pada tahun 1948 sekitar 700.000 warga Palestina diusir atau mengungsi akibat perang yang mendorong berdirinya negara Israel. REUTERS/Amir Cohen