EHang 216, drone yang mampu mengangkut dua penumpang dalam penerbangan uji coba di Wina, Austria, Kamis, 4 April 2019. Drone ini akan difungsikan sebagai taksi terbang. REUTERS/ Leonhard Foeger

EHang 216, drone yang mampu mengangkut dua penumpang dalam penerbangan uji coba di Wina, Austria, Kamis, 4 April 2019. Drone ini dibuat oleh perusahaan teknologi dari Cina. REUTERS/Leonhard Foeger

Ehang 216, kendaraan taksi terbang autonomous aerial vehicle (AAV) bersiap mendarat dalam penerbangan uji coba di Wina, Austria, Kamis, 4 April 2019. Drone ini merupakan penerus dari Ehang 184 yang berkapasitas satu penumpang. REUTERS/Leonhard Foeger

Pengunjung menghadiri penerbangan uji coba drone EHang 216, kendaraan taksi terbang di Wina, Austria, Kamis, 4 April 2019. Drone ini diharapkan mampu mengangkut dua penumpang di ketinggian rendah hingga jarak 35 km. REUTERS/Leonhard Foeger

EHang 216, drone taksi terbang dipamerkan dalam penerbangan uji coba di Wina, Austria, Kamis, 4 April 2019. Drone ini akan dipasarkan di daerah perkotaan yang sibuk, di mana penggunanya ingin menghindari kemacetan. REUTERS/Leonhard Foeger

Menteri Teknologi Austria Norbert Hofer berpose di dalam EHang 216, drone taksi terbang dalam penerbangan uji coba di Wina, Austria, Kamis, 4 April 2019. Meski belum mendapatkan sertifikasi, pembuatnya mengklaim telah ada ribuan pembeli yang berminat. REUTERS/Leonhard Foeger