Anak-anak militan Negara Islam Irak dan Suriah alias ISIS, dirawat di sebuah rumah sakit di Hasaka, timur laut Suriah, 5 April 2019. Bangsal darurat di RS ini merawat sebanyak 70 bayi dan balita yang menderita kekurangan gizi. REUTERS/Ali Hashisho

Dua bayi anak militan ISIS, yang mengalami malnutrisi dirawat di sebuah rumah sakit di Hasaka, timur laut Suriah, 5 April 2019. Sebagian besar bayi tersebut lahir dalam suasana perang, dan telah kehilangan ayahnya dalam pertempuran. REUTERS/Ali Hashisho

Suasana bangsal yang merawat anak-anak militan ISIS yang mengalami kekurangan gizi di sebuah rumah sakit di Hasaka, timur laut Suriah, Jumat, 5 April 2019. Lebih dari 60.000 eksodus mendatangi rumah sakit tersebut setelah kekalahan ISIS. REUTERS/Ali Hashisho

Perawat menunjukkan kaki seorang anak militan ISIS yang menderita kekurangan gizi, di sebuah rumah sakit di Hasaka, Suriah timur laut, Sabtu,6 April 2019. Lebih dari 200 pasien meninggal dunia dalam perjalanan atau sesaat setelah menempuh perjalanan sejauh 240 km menuju RS. REUTERS/Ali Hashisho

Seorang anak militan ISIS yang menderita luka bakar di kepalanya dirawat di sebuah rumah sakit di Hasaka, Suriah timur laut, Sabtu 6 April 2019. Negara-negara Eropa telah menyatakan menolak kepulangan mantan pendukung dan militan ISIS. REUTERS/Ali Hashisho

Seorang anak militan ISIS menangis di sebuah rumah sakit di Hasaka, Suriah timur laut, Sabtu,6 April 2019. REUTERS/Ali Hashisho