Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memeluk keluarga WNI yang sempat disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis, 11 April 2019. Kementerian Luar Negeri menyerahkan Heri Ardiansyah dan jenazah rekannya Hariadin yang tewas saat menyelamatkan diri dari kelompok Abu Sayyaf kepada keluarga. TEMPO/Muhammad Hidayat

WNI yang sempat disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan, Heri Ardiansyah berpelukan dengan kerabatnya saat penyerah terimaan di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis, 11 April 2019. Kementerian Luar Negeri menyerahkan Heri Ardiansyah dan jenazah rekannya Hariadin yang tewas saat menyelamatkan diri dari kelompok Abu Sayyaf kepada keluarga. TEMPO/Muhammad Hidayat

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berbicara saat serah terima WNI yang sempat disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis, 11 April 2019. Kementerian Luar Negeri menyerahkan Heri Ardiansyah dan jenazah rekannya Hariadin yang tewas saat menyelamatkan diri dari kelompok Abu Sayyaf kepada keluarga. TEMPO/Muhammad Hidayat

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi didampingi Dubes RI untuk Filipina Sinyo Harry Sarundajang (kanan) dan keluarga sandera menandatangani surat serah terima WNI yang sempat disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis, 11 April 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

WNI yang sempat disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan, Heri Ardiansyah (kanan) bersalaman dengan pejabat Kemenlu saat penyerahterimaan di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis, 11 April 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat