Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, dibawa oleh petugas Kepolisian Metropolitan saat ditangkap dari Kedutaan Ekuador, di London, Inggris, Kamis, 11 April 2019. Ia ditangkap setelah Ekuador menangguhkan kewarganegaraannya. REUTERS/Adrian Cotterill/Daily Dooh

Pendiri WikiLeaks, Julian Assange (kanan), dibawa oleh petugas Kepolisian Metropolitan saat ditangkap dari Kedutaan Ekuador, di London, Inggris, Kamis, 11 April 2019. Ekuador mengakhiri suaka Julian di kedutaan besarnya di London, tempat ia tinggal sejak 2012 sebagai pengungsi politik. REUTERS/Adrian Cotterill/Daily Dooh

Julian Assange, dibawa oleh petugas Kepolisian Metropolitan saat ditangkap dari Kedutaan Ekuador, di London, Inggris, Kamis, 11 April 2019. Ia ditangkap setelah Ekuador menangguhkan kewarganegaraannya. REUTERS/Adrian Cotterill/Daily Dooh

Julian Assange mengacungkan jempolnya kepada pewarta foto saat tiba di Pengadilan Magistrasi Westminster, setelah ia ditangkap di London, Inggris, Kamis, 11 April 2019. Julian Assange adalah sosok yang paling dicari oleh pemerintah Amerika Serikat. REUTERS/Hannah McKay

Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, meninggalkan Pengadilan Westminster dengan mobil polisi, setelah dia ditangkap di London, Inggris, Kamis, 11 April 2019. Ia ditangkap polisi Inggris karena melanggar syarat jaminan penahanannya, setelah Swedia mengeluarkan surat perintah penangkapan internasional untuk Assange pada November 2010. REUTERS/Henry Nicholls

Julian Assange, terlihat dalam sebuah mobil polisi setelah ditangkap oleh polisi Inggris di luar kedutaan besar Ekuador di London, Inggris, Kamis, 11 April 2019. Dia mengklaim akan diekstradisi dari Swedia ke AS karena perannya dalam menerbitkan ratusan ribu dokumen rahasia AS. REUTERS/Henry Nicholls