Pedagang Kaki Lima alias PKL terlihat berjualan di atas trotoar Jalan Jendral Sudirman, Senayan, Jakarta, Selasa, 23 April 2019. Banyaknya PKL di jalan protokol ini membuat kawasan tersebut terlihat kumuh. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

Pejalan Kaki melintas di dekat PKL yang berjualan di trotoar Sudirman, Senayan, Jakarta, Selasa, 23 April 2019. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Arifin mengaku tidak tahu situasi di atas trotoar Jalan Sudirman yang 'diramaikan' PKL. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

Pedagang melintas di atas trotoar Sudirman, Senayan, Jakarta, Selasa, 23 April 2019. Foto diambil dari trotoar dekat Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) kekinian di kawasan Jalan Jenderal Sudirman. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

Penjual kopi keliling melintas di atas trotoar Jalan Jendral Sudirman, Senayan, Jakarta, Selasa, 23 April 2019. Keberadaan para PKL di atas trotoar itu menyalahi aturan menurut ketua Satpol PP DKI Jakarta, Arifin. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

Penjual kopi keliling berjualan di atas trotoar Jalan Jendral Sudirman, Senayan, Jakarta, Selasa, 23 April 2019. Menurut Arifin, izin berdagang di atas trotoar hanya berlaku di tempat-tempat tertentu yang sudah ditetapkan oleh Gubernur Anies Bawedan, seperti di Jalan Sabang, Jakarta Pusat. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

Pedagang Kaki Lima (PKL) berjualan di trotoar Jalan Jendral Sudirman, Senayan, Jakarta, Selasa, 23 April 2019. Trotoar yang baru direvitalisasi tahun lalu ini, seharusnya hanya digunakan oleh pejalan kaki. TEMPO/Hilman Fathurrahman W