Seorang pria berdiri di depan Masjid Abbraar yang rusak akibat serangan massa Anti-Muslim di Kiniyama, Sri Lanka, 13 Mei 2019. Sejumlah kelompok dilaporkan menyerang toko-toko milik warga Muslim dan masjid di beberapa kota di Sri Lanka, pada Ahad (12/5). REUTERS/Dinuka Liyanawatte

Warga Muslim melihat kondisi Masjid Abbraar setelah serangan massa Anti-Muslim di Kiniyama, Sri Lanka, 13 Mei 2019. Serangan ini merupakan gelombang kekerasan teranyar yang terjadi setelah tragedi bom beruntun di sejumlah gereja dan hotel mewah pada Hari Paskah lalu. REUTERS/Dinuka Liyanawatte

Dua pria merapikan barang-barang yang berserakan di Masjid Abbraar setelah serangan massa Anti-Muslim di Kiniyama, Sri Lanka, 13 Mei 2019. Serangan itu terjadi setelah seorang warga salah memahami maksud satu unggahan di Facebook yang ia anggap sebagai ancaman terhadap umat Kristen. REUTERS/Dinuka Liyanawatte

Seorang pria melihat kondisi Masjid Abbraar yang berantakan setelah serangan massa Anti-Muslim di Kiniyama, Sri Lanka, 13 Mei 2019. REUTERS/Dinuka Liyanawatte

Dua sepeda motor rusak parah tergeletak di depan Masjid Abbraar setelah serangan massa Anti-Muslim di Kiniyama, Sri Lanka, 13 Mei 2019. Akibat serangan tersebut, otoritas Sri Lanka memblokir Facebook dan Whatsapp demi mencegah serangan susulan. REUTERS/Dinuka Liyanawatte

Warga Muslim melihat kondisi Masjid Abbraar yang berantakan setelah serangan massa Anti-Muslim di Kiniyama, Sri Lanka, 13 Mei 2019. REUTERS/Dinuka Liyanawatte