Pria-pria Muslim berdiri di depan masjid Masjid Abbraar yang hancur usai dirusak oleh Massa Anti-Muslim di Kiniyama, Sri Lanka 13 Mei 2019. Setelah pemboman di Gereja pada hari Paskah lalu, massa Anti-Muslim melakukan perusakan pada sejumlah Masjid dan toko-toko milik umat Muslim. REUTERS/Dinuka Liyanawatte

Umat Muslim melihat Masjid Al-Masjidul Hudha yang hancur usai dirusak Massa Anti-Muslim di Kottampitiya, Sri Lanka, 14 Mei 2019. Tidak hanya tempat ibadah umat Muslim dan toko-toko yang dirusak dan dibakar oleh Massa Anti-Muslim, tetapi seorang umat Muslim juga tewas usai ditebas kepalanya. REUTERS/Dinuka Liyanawatte

Seorang Muslim melihat sebuah Masjid yang dibakar oleh Massa Anti-Muslim di Kottampitiya, Sri Lanka, 14 Mei 2019. Ketegangan menjadi semakin meningkat sejak militan menyerang Gereja dan hotel pada hari Minggu Paskah, yang menewaskan lebih dari 250 orang. REUTERS/Dinuka Liyanawatte

Seorang Muslim melihat sebuah Masjid Al-Masjidul Hudha yang dirusak oleh Massa Anti-Muslim di Kottampitiya, Sri Lanka, 14 Mei 2019. Pemerintah Sri Lanka mengungkapkan bahwa telah mengerahkan para pasukan keamanan untuk memulihkan ketenangan di jalan-jalan yang daerahnya terkena dampak kekerasan dan bersikeras petugas mencegah serangan balas dendam terhadap kaum Muslim. REUTERS/Dinuka Liyanawatte

Seorang Muslim berdiri di depan sebuah Masjid Abbraar yang dirusak oleh Massa Anti-Muslim di Kottampitiya, Sri Lanka, 13 Mei 2019. REUTERS/Dinuka Liyanawatte