Petugas keamanan berjaga di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Kamis, 23 Mei 2019. Pasca-rusuh 22 Mei yang sempat merembet ke kawasan Tanah Abang, kegiatan pasar di beberapa toko belum mulai beroperasi sampai waktu yang belum ditentukan. TEMPO/Muhammad Hidayat

Personel Satpol PP berjaga di depan Pasar Tanah Abang, Jakarta, Kamis, 23 Mei 2019. Kegiatan pasar mengalami penurunan omset dikarenakan beberapa toko belum mulai beroperasi sampai waktu yang belum ditentukan. TEMPO/Muhammad Hidayat

Sejumlah penjaga toko menunggu dibukanya kios di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Kamis, 23 Mei 2019. Sejumlah kaca di Gedung Pusat Mode Tanah Abang (PMTA) pecah akibat kerusuhan yang terjadi pada Rabu dinihari, 22 Mei 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

Personel Satpol PP berjaga di kawasan Pasar Tanah Abang pasca Rusuh 22 Mei di Jakarta, Kamis, 23 Mei 2019. Sejumlah pedagang kaki lima tetap menggelar dagangannya meski belum seluruh toko dibuka. TEMPO/Muhammad Hidayat

Warga melintas di depan Lobi utama Metro Tanah Abang yang masih ditutup pasca kerusuhan 22 Mei, Jakarta, Kamis, 23 Mei 2019. Direktur Utama Perusahaan Daerah Pasar Jaya, Arief Nasrudin, mengatakan kerugian yang muncul akibat penutupan Pasar Tanah Abang diperkirakan mencapai Rp 200 miliar. TEMPO/Muhammad Hidayat

Pedagang kembali berjualan di trotoar Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta, Kamis, 23 Mei 2019. Pasca kerusuhan 22 Mei yang terjadi di kawasan Tanah Abang, kegiatan jual beli pusat fashion terbesar ini kembali bergeliat. TEMPO/Muhammad Hidayat