Dua saudara kandung dari keluarga pemain sirkus Flying Wallendas, Nik Wallenda dan Lijana melakukan aksi berjalan di atas seutas kabel tembaga di Times Square, New York, AS, 23 Juni 2019. REUTERS/Eduardo Munoz

Dua saudara kandung dari keluarga pemain sirkus Flying Wallendas, Nik Wallenda dan Lijana melakukan aksi berjalan di atas seutas kabel tembaga di Times Square, New York, AS, 23 Juni 2019. Mereka berjalan di atas seutas kabel tembaga yang terbentang di antara dua gedung pencakar langit setinggi 25 lantai. REUTERS/Eduardo Munoz

Pemain sirkus Flying Wallendas, Nik Wallenda berjalan di atas seutas kabel tembaga di Times Square, New York, AS, 23 Juni 2019. Kedua kakak beradik ini berjalan dari sisi yang berbeda pada kabel yang terbentang di ketinggian 396 meter yang digantung diantara dua menara Times Square. REUTERS/Eduardo Munoz

Pemain sirkus Flying Wallendas, Lijana Wallenda berjalan di atas seutas kabel tembaga di Times Square, New York, AS, 23 Juni 2019. Keluarga Wallenda dikenal sebagai penantang maut, Pada 1944, saat Walenda sedang beraksi di atas sebuah kawat di tenda sirkus Connecticut, kebakaran terjadi. Wallenda selamat meski 167 orang tewas dalam peristiwa itu. REUTERS/Eduardo Munoz

Pemain sirkus Flying Wallendas, Nik Wallenda berjalan di atas seutas kabel tembaga di Times Square, New York, AS, 23 Juni 2019. Aksi berbahaya ini disiarkan langsung oleh saluran televisi ABC. REUTERS/Eduardo Munoz

Pemain sirkus Flying Wallendas, Lijana Wallenda berjalan di atas seutas kabel tembaga di Times Square, New York, AS, 23 Juni 2019. Lijana pada 2017 pernah mengalami kecelakaan fatal dan hampir merenggut nyawanya. REUTERS/Eduardo Munoz