Pemain Amerika Serikat Alex Morgan, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Inggris dalam pertandingan Semifinal Piala Dunia Wanita di Stadion Groupama, Lyon, Prancis, 3 Juli 2019. Selebrasi Alex Morgan memicu reaksi negatif dari publik karena dianggap menghina Inggris. REUTERS/Lucy Nicholson

Pemain Amerika Serikat Alex Morgan, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Inggris dalam pertandingan Semifinal Piala Dunia Wanita di Stadion Groupama, Lyon, Prancis, 3 Juli 2019. Selebrasi Morgan juga mengingatkan publik dengan Boston Tea Party, sebuah aksi protes yang dilakukan warga AS pada 16 Desember 1773. REUTERS/Benoit Tessier

Pemain Amerika Serikat Alex Morgan, mencetak gol ke gawang Inggris dalam pertandingan Semifinal Piala Dunia Wanita di Stadion Groupama, Lyon, Prancis, 3 Juli 2019. Alex Morgan merasa tidak ada niatan untuk menghina atau menyindir siapapun dalam selebrasinya. REUTERS/Benoit Tessier

Pemain Amerika Serikat Alex Morgan, dijegal pemain Inggris dalam pertandingan Semifinal Piala Dunia Wanita di Stadion Groupama, Lyon, Prancis, 3 Juli 2019. REUTERS/Bernadett Szabo

Pemain Amerika Serikat Alex Morgan, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Inggris dalam pertandingan Semifinal Piala Dunia Wanita di Stadion Groupama, Lyon, Prancis, 3 Juli 2019. REUTERS/Benoit Tessier