Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno (kanan), didampingi Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII Cholidi (kedua kanan), Direktur Utama PTPN III Dolly Pulungan (ketiga kanan), melihat sortasi kopi di Kebun Kalisat, Kecamatan Ijen, Bondowoso, Jawa Timur, Selasa 16 Juli 2019. ANTARA FOTO/Seno

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno (kiri), didampingi Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII Cholidi (kedua kiri), melihat sortasi kopi di Kebun Kalisat, Kecamatan Ijen, Bondowoso, Jawa Timur, Selasa 16 Juli 2019. Menteri BUMN mendorong PTPN XII meningkatkan produksi kopi Arabica karena diminati pasar luar negeri seperti Amerika Serikat, negara-negara di Eropa, dan Arab Saudi. ANTARA FOTO/Seno

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno (keempat kanan), didampingi Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII Cholidi (kanan), Direktur Utama PTPN III Dolly Pulungan (keenam kanan), melihat proses pengolahan kopi di Kebun Kalisat, Kecamatan Ijen, Bondowoso, Jawa Timur, Selasa 16 Juli 2019. ANTARA FOTO/Seno

Sejumlah pekerja memproses kopi di Kebun Kalisat, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII, Kecamatan Ijen, Bondowoso, Jawa Timur, Selasa 16 Juli 2019. Kebun Kalisat Jampit mampu memproduksi 1.000 ton Kopi Arabika per tahun, yang diproduksi dengan pengelolaan budidaya dan diolah secara "wash & wet process" serta jaminan kualitas Utz Certified, menjadikan Java coffee ini sebagai Specialty Arabica Coffee yang telah terdaftar di Amerika Serikat. ANTARA FOTO/Seno