Sastrawan dan wartawan senior, Arswendo Atmowiloto wafat pada Jumat petang di kediamannya di Kompleks Kompas, Petukangan, Jakarta, pada Jumat sore, 19 Juli 2019. Kabar duka ini telah dikonfirmasi kebenarannya oleh salah satu sahabat dekatnya, Eros Djarot. TEMPO/Nurdiansah

Sebelum berita Arswendo Atmowiloto wafat, ia dikabarkan menderita kanker prostat. Ia juga sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pertamina Pusat, Jakarta. TEMPO/Nurdiansah

Arswendo Atmowiloto lahir di Solo, Jawa Tengah, pada 26 November 1948. Semasa hidup ia dikenal sebagai sastrawan dan wartawan di berbagai majalah dan koran. Dok. TEMPO/Dwianto Wibowo

Nama Arswendo Atmowiloto semakin dikenal luas setelah mendirikan Production House dan memproduksi sinetron populer Keluarga Cemara hingga Satu Kakak Tujuh Keponakan. Dok TEMPO/Usman Iskandar

Mendiang Arswendo Atmowiloto saat menghadiri rilis pencapaian film Keluarga Cemara yang telah ditonton lebih satu juta penonton di Jakarta, 14 Januari 2019. Film Keluarga Cemara merupakan film adaptasi dari film serial televisi pada tahun 90-an karya Arswendo Atmowiloto. TEMPO/Nurdiansah

Mendiang Arswendo Atmowiloto menaburkan bunga saat ziarah di makam aktivis HAM Munir, di TPU Sisir, Batu, Malang, Jawa Timur, 2 Desember 2012. Ziarah tersebut dalam rangka memperingati hari ulang tahun aktivis HAM Munir yang jatuh pada 8 Desember mendatang. TEMPO/Aris Novia Hidayat